Aku Widi, aku lulus SMA tahun 2013. Awalnya aku sama seperti teman-temanku yang lain, setelah lulus sekolah berencana untuk melanjutkan pendidikan kebangku kuliahan. Namun rasa bingung menghampiriku, aku bingung harus memilih jurusan apa, kampus apa? sehingga aku putuskan untuk tetap ikut SBMPTN namun hanya ikut-ikutan. hasilnya aku gagal masuk perguruan tinggi.
Setelah gagal masuk kuliah, aku memutuskan untuk nganggur setahun, tapi orang tuaku tidak setuju, aku dikirim ke Kediri di desa pare Kampung Inggris untuk belajar bahasa inggris. Disinilah ceritaku dimulai. Hanya berbekal informasi dari teman-teman kakaku, aku berangkat dari Gorontalo ke Bandung, kemudian dari Bandung ke Kediri bersama kakaku dengan menggunakan Kereta Api.
Ternyata Kampung Inggris jauh dari khayalanku, awalnya aku pikir kampung inggris seperti sebuah pesantren. Ternyata tidak, banyaknya tempat kursus membuatku bingung, akhirnya aku putuskan untuk memilih tempat kursus yang santai dan menyenangkan. MR.Bob, menjadi tempat kursus pertamaku dipare, disana aku Ngecamp, agar kemampuan berbahasa inggrisku terasa dengan baik. kelasku dimulai tanggal 25 sept. aku mendapat teman baru di camp 2 Mr.Bob, Dea dari jogja, Vivian dari Manado, Riska dari Majalengka, Via dari solo, si kecil Nia dari Madiun, dan tentu saja dengan Tutor kami yang imut-imut Missty.
Awalnya banyak selisih paham yang terjadi terutama aku dengan Riska, sehingga aku lebih memilih berteman dengan Via dan Dea. Aku selalu kesal melihat Riska, apalagi dengan sikapnya yang malas, begitu juga dengan sikap Vivian yang manja, aku sungguh jengkel. Tetapi seiring berjalannya waktu, semua terasa beda, kami mulai memahami satu sama lain.
Sebulan berlalu, kami semakin dekat, Aku, Vivian, Dea, dan Riska. si Via telah pulang ke Solo. kami berempat di Sebut 4 Kembar, karena kemana-mana selalu berempat, tak pernah terpisahkan, mulai dari makan, tidur, nonton bola, bahkan ketika ingin ke toiletpun kami selalu bersama-sama. Banyak orang bertanya-tanya "sudah berapa lama kalian berteman, apakah kalian sahabat dari kecil? " oh tidak... kami baru kenal sebulan, hanya saja kami punya pengalaman yang sama, yaitu sama-sama gagal masuk perguruan tinggi. hehehe 3 bulan dipare terasa sangat menyenangkan, karena ada sahabat yang setia menemani, aku ingat ketika aku dan Dea sakit, Vivian dan Riska begitu cemas, dan Sibuk untuk merawat Kami berdua, sebenarnya aku heran, jika aku sakit, si Dea juga ikut sakit, begitu sebaliknya, Vivian dan Riska juga selalu janjian kalau sakit. Aneh tapi nyata, mungkin karena golongan darah kami sama, Aku dan Dea "O" Vivian dan Riska "B" .
Oh ya, kami dipare juga punya papa sama mama, papa kami Mr.Isa, tutor camp 1, dan mama kami Missty totur kami di camp 2 Mr.Bob, ada abang-abang kami juga, bang Raya, bang Kevi, Bang Das, bang Yuda, dll. camp 1 dan camp 2 slalu kompak, terlebih diantara kami ada yang jadian, yaitu Yuda sama Dea. makin kompak dech. kekompakan kami tidak hanya berhenti sampai disitu, sakin kompaknya, kami memutuskan untuk merayakan tahun baru bersama di Jogja, kami menginap di rumah Dea, walaupun kami tidak lengkap yaitu hanya Aku, Dea, Vivian, Riska, Jamet, bang Raya, dan Nanda. tapi tetap terasa rame dan seru. Kami berasa bukan sahabat lagi, melainkan keluarga.
duch benar-benar pengalaman tak terlupakan. Jika dulunya aku menyesal tak lolos SBMPTN, sekarang gak lagi, karena pengalaman dan persahabatan yang kudapat dari Kampung Inggris jauh lebih berharga.
Setelah gagal masuk kuliah, aku memutuskan untuk nganggur setahun, tapi orang tuaku tidak setuju, aku dikirim ke Kediri di desa pare Kampung Inggris untuk belajar bahasa inggris. Disinilah ceritaku dimulai. Hanya berbekal informasi dari teman-teman kakaku, aku berangkat dari Gorontalo ke Bandung, kemudian dari Bandung ke Kediri bersama kakaku dengan menggunakan Kereta Api.
Ternyata Kampung Inggris jauh dari khayalanku, awalnya aku pikir kampung inggris seperti sebuah pesantren. Ternyata tidak, banyaknya tempat kursus membuatku bingung, akhirnya aku putuskan untuk memilih tempat kursus yang santai dan menyenangkan. MR.Bob, menjadi tempat kursus pertamaku dipare, disana aku Ngecamp, agar kemampuan berbahasa inggrisku terasa dengan baik. kelasku dimulai tanggal 25 sept. aku mendapat teman baru di camp 2 Mr.Bob, Dea dari jogja, Vivian dari Manado, Riska dari Majalengka, Via dari solo, si kecil Nia dari Madiun, dan tentu saja dengan Tutor kami yang imut-imut Missty.
Awalnya banyak selisih paham yang terjadi terutama aku dengan Riska, sehingga aku lebih memilih berteman dengan Via dan Dea. Aku selalu kesal melihat Riska, apalagi dengan sikapnya yang malas, begitu juga dengan sikap Vivian yang manja, aku sungguh jengkel. Tetapi seiring berjalannya waktu, semua terasa beda, kami mulai memahami satu sama lain.
Sebulan berlalu, kami semakin dekat, Aku, Vivian, Dea, dan Riska. si Via telah pulang ke Solo. kami berempat di Sebut 4 Kembar, karena kemana-mana selalu berempat, tak pernah terpisahkan, mulai dari makan, tidur, nonton bola, bahkan ketika ingin ke toiletpun kami selalu bersama-sama. Banyak orang bertanya-tanya "sudah berapa lama kalian berteman, apakah kalian sahabat dari kecil? " oh tidak... kami baru kenal sebulan, hanya saja kami punya pengalaman yang sama, yaitu sama-sama gagal masuk perguruan tinggi. hehehe 3 bulan dipare terasa sangat menyenangkan, karena ada sahabat yang setia menemani, aku ingat ketika aku dan Dea sakit, Vivian dan Riska begitu cemas, dan Sibuk untuk merawat Kami berdua, sebenarnya aku heran, jika aku sakit, si Dea juga ikut sakit, begitu sebaliknya, Vivian dan Riska juga selalu janjian kalau sakit. Aneh tapi nyata, mungkin karena golongan darah kami sama, Aku dan Dea "O" Vivian dan Riska "B" .
Oh ya, kami dipare juga punya papa sama mama, papa kami Mr.Isa, tutor camp 1, dan mama kami Missty totur kami di camp 2 Mr.Bob, ada abang-abang kami juga, bang Raya, bang Kevi, Bang Das, bang Yuda, dll. camp 1 dan camp 2 slalu kompak, terlebih diantara kami ada yang jadian, yaitu Yuda sama Dea. makin kompak dech. kekompakan kami tidak hanya berhenti sampai disitu, sakin kompaknya, kami memutuskan untuk merayakan tahun baru bersama di Jogja, kami menginap di rumah Dea, walaupun kami tidak lengkap yaitu hanya Aku, Dea, Vivian, Riska, Jamet, bang Raya, dan Nanda. tapi tetap terasa rame dan seru. Kami berasa bukan sahabat lagi, melainkan keluarga.
duch benar-benar pengalaman tak terlupakan. Jika dulunya aku menyesal tak lolos SBMPTN, sekarang gak lagi, karena pengalaman dan persahabatan yang kudapat dari Kampung Inggris jauh lebih berharga.